Dari Umrah Tahajud NURANi & Panglima Tour (4-Habis)
Bosan ke Balad, Lihatlah Pasar Bekas
Laporan:
A. Bajuri-NURANi
Hari terakhir, jamaah diberi kesempatan untuk berbelanja di pusat pertokoan Balad Plaza. Tapi saya mencoba menyelinap menuju ke “Pasar Kharaj”, pusat penjualan barang bekas berkualitas di Jeddah. Apa istimewanya?
PERJALANAN dari Madinah ke Jeddah cukup melelahkan. Namun jamaah agak terhibur ketika memasuki hotel JW Marriot. Kendati makanannya dibedakan dengan tamu reguler –karena mayoritas masakan Eropa-Arab yang serba roti--, namun mereka mendapatkan fasilitas akomodasi standard hotel bintang lima.
Malam itu, malam Jumat. Itulah malam liburan bagi orang Arab. Persis seperti malam Minggu bagi orang Indonesia. Jalanan cukup padat. Kemacetan dimana-mana. Pusat perbelanjaan dipadati pembeli dan pusat mainan anak-anak dipenuhi para keluarga Arab.
Jamaah umrah tahajud terpaksa harus pergi ke pusat perbelanjaan malam itu juga. Karena kalau menunggu esoknya, semua toko tutup (hari libur) dan baru buka pada pukul 17.00. Dengan bus khusus, jamaah diantar ke pusat pertokoan Balad Plaza.
Jamaah yang belum sempat membeli oleh-oleh, banyak yang memborong beberapa souvenir di pertokoan paling ramai ini. Sayangnya, setiap membeli sesuatu harus ingat bagasi. “Aneh, ya. Saya di sini kalau membeli sesuatu tidak saya tanyakan harganya, tapi saya tanyakan berapa beratnya,” ujar H Abdurrahim, dokter dari Jatiroto.
BARANG BERMEREK
Bagi jamaah yang sudah seringkali ke Jeddah, memang ada keinginan untuk melihat pertokoan lain. Itu sebabnya, ada beberapa jamaah yang mencari pusat perbelanjaan dengan barang-barang branded (bermerek).
Tempat exclusif itu bernama Tahliyat Rubaiyat. Di kawasan inilah banyak ditemui barang-barang bermerek internasional dengan harga sesuai. Sepintas kawasan ini seperti pertokoan biasa yang berjejer memanjang, namun ternyata menyimpan barang-barang mewah. Apapun yang Anda butuhkan tersedia, asal mau sedikit berjalan menyusuri toko demi toko.
“Alhamdulillah, barang yang saya cari sudah ketemu,” ujar Ny.Idayati bersama adiknya, Ny Eva, yang memborong crystal mewah dari Jeddah.
BARANG BEKAS
Kalau jamaah sibuk berbelanja di pusat pertokoan, saya justru mencoba mencari petualangan yang berbeda. Saya menuju sebuah kawasan yang jarang dikunjungi jamaah umrah. Namanya, Pasar Kharaj. Tempat ini dikenal sebagai kawasan pusat penjualan barang bekas berkualitas.
Menuju ke kawasan ini, membutuhkan waktu beberapa menit. Lokasinya dekat dengan pelabuhan Jeddah. Malam itu, suasananya cukup ramai, padat dan dipenuhi pembeli. Ternyata banyak pula warga setempat yang berburu barang bekas di tempat ini.
Beruntung saya didampingi seorang mutawif (pembimbing) Linda Jaya, Muhtarom, sehingga bisa menyusuri beberapa blok di pasar ini. Mulai dari blok penjualan pakaian, karpet, furniture, elektronik, sampai kebutuhan rumah tangga. Tak terasa kaki sudah lelah dan akhirnya berhenti di sebuah masjid yang bertebaran di kawasan itu.
“Kalau pintar memilih, di sini pun bisa mendapatkan barang bermerek dengan kondisi bagus dan harga murah. Karena barang bekas di sini, minimal dalam kondisi 90%,” ujar Muhtarom, mutawif Linda Jaya yang sudah lama tinggal di Mekah.
Setelah menyusuri kawasan itu, saya berkesimpulan, sebenarnya masih banyak lokasi yang dijadikan city-tour jamaah haji & umrah bila di Jeddah. Tidak hanya ke Balad Plaza atau Corniche yang harga barang-barangnya tidak jauh dengan di Indonesia.
Seorang jamaah bertanya, bagaimana hukumnya berbelanja di Jeddah? Apakah tidak merusak pahala umrah? Saya bilang, Insya-Allah tidak merusak pahala umrah. Malah kalau niatnya untuk shodaqoh kepada kerabat dan tetangga, hukumnya sunnah dan berpahala. Bukanlah menyenangkan orang lain itu berpahala? *01