Tabloid Keluarga Muslim Terbesar
Logo Nurani   Jilbab Class 07
mayang bambang
Bambang Tri Ceraikan Halimah demi Anak?
 
SERAMBI KHUSUS

Heboh, Pria Berjilbab
di Pengajian Wanita

Kota Malang kembali gempar. Kalau sebelumnya disebabkan karena segolongan orang menghina Alquran, kini kejadian hampir sama terjadi di Masjid Assalam Bendungan, Rian Kanan, Malang. Jamaah pengajian muslimah di masjid tersebut gempar karena dimasuki laki-laki bercadar dengan berpura-pura seperti wanita. Bagaimana hal itu terjadi? Apa motifnya? Berikut liputannya.

AHAD (15/4) sekitar pukul 10.00 Wib, seperti biasa jamaah pengajian muslimah Masjid Assalam melakukan kegiatan rutin. Jamaah pengajian yang diasuh Ustad Abdullah Said Alhadromy sebenarnya berlangsung seperti biasa. Namun, pagi itu ada peristiwa yang cukup unik tetapi membahayakan bagi kerukunan umat beragama. Ada seorang laki-laki berjilbab dan mengenakan cadar ikut hadir di tengah-tengah pengajian Ahad pagi itu.

“Para jamaah perempuan curiga karena tingkah lakunya sangat aneh. Ketika ditanya, suaranya pelan dan mirip suara laki-laki. Dan pandangannya tertuju ke semua tempat. Pokoknya sangat mencurigakan begitulah,” ujar Ustad Abdullah. Namun, para jamaah perempuan itu tak lantas melapor ke para jamaah laki-laki. Namun, mereka saling membicarakan mengenai sosok jamaah yang tak dikenal ini dengan sesama jamaah.

“Para jamaah perempuan ini sebetulnya masih belum tahu kalau sebenarnya penyusup ini sebenarnya seorang laki-laki,” tegasnya.

PENYUSUPAN
Memang saat itu ada penyusupan yang dilakukan Thomas Prasetyo, WNI keturunan yang tinggal di Bareng Selatan, Malang. Dari identitasnya diketahui bahwa laki-laki ini beragama Kristen. Pengajian yang digelar setiap hari Ahad, pukul 08.00 s.d. 10.00 Wib itu berjalan lancar sebagaimana semestinya. Ustad Abdullah dengan gamblang menerangkan materi-materi pengajian. Sampai akhirnya pengajian usai, Thomas yang melakukan penyusupan ini dengan cepat keluar. Melihat gelagat yang sangat mencurigakan, sebagian jamaah perempuan kemudian melakukan inisiatif melapor ke jamaah laki-laki. Setelah mendapat laporan akan hadirnya jamaah yang mencurigakan, jamaah laki-laki kemudian membuntuti dari belakang.

Kecurigaan itu semakin kuat setelah diketahui bahwa penyusup itu ternyata memakai sepatu laki-laki. Kegiatan penyusupan itu terkuak ketika Thomas tidak lantas pulang. Thomas kembali masuk masjid tanpa melepas sepatunya. Dengan melihat keanehan itu akhirnya para jamaah menangkap Thomas dan membuka kerudung dan cadar yang dikenakan.

“Jamaah baru tahu setelah kerudung dan cadarnya dibuka. Ternyata dia laki-laki,” tegasnya. Melihat kenyataan seperti itu, para jamaah pun berang. Keributan kecil terjadi. Untunglah, para jamaah asuhan Ustad Abdullah ini dapat menahan diri. Ustad Abdullah sendiri bersama jamaah lain membawa Thomas ke pihak yang berwajib.

“Ya begitulah kronologi kejadiannya. Kami tidak tahu apa sebenarnya motif melakukan semua ini. Namun, saat ditanya oleh jamaah dia bilang kalau ingin belajar Islam,” kata Ustad Abdullah.

PAKAI CADAR
Terkuaknya penyusupan yang dilakukan Thomas Prasetyo ini tentu saja membuat masyarakat Muslim, khususnya kota Malang kembali harus mengerutkan dahi. Pasalnya, persoalan penistaan agama yang dilakukan oleh sekelompok orang di Hotel Asida, Batu, Malang itu kini belum selesai. Kasusnya masih dalam proses pihak kejaksaan setempat, kini harus ditambah masalah baru.

Rentetan kejadian ini tentu saja membuat berbagai pihak bertanya-tanya, apa motif di belakang semua ini. Apakah perbuatan Thomas ini hanya sepenggal kejadian yang ingin belajar tentang Islam? Ataukah perbuatanya itu bagian kecil dari grand design yang dilakukan kelompok tertentu?

Menurut Mashud, pakar Kristolog asal Sidoarjo, apa yang dilakukan Thomas Prasetyo ini merupakan bagian dari skenario besar yang dilakukan oleh kelompok-kelompok non-Islam.

“Mereka ingin membuat kota Malang jadi tidak tenang. Dan ketentraman antarumat beragama yang selama ini terjalin sangat kuat di kota Malang itu jadi pudar. Itu yang mereka inginkan,” kata Mashud menganalisis. Oleh sebab itu, kata Mashud, pengakuan Thomas Prasetyo yang ingin belajar Islam tidak bisa begitu saja dibenarkan.

JARINGAN INTERNASIONAL
Memang pengakuan Thomas yang ingin belajar Islam ternyata harus diabaikan. Secara logika dengna melihat fakta-fakta yang ada sulit sekali alasan ingin belajar Islam dibenarkan.

“Kalau seandainya dia ingin betul-betul belajar Islam, lalu kenapa harus menyamar jadi perempuan dengan memakai kerudung dan cadar? Padahal di sana itu ada jamaah laki-laki,” tegas Mashud.

Tidak hanya itu saja. Saat dilakukan penggeledahan, para jamaah juga menemukan ponsel Thomas yang isinya berbahasa Inggris. Dalam SMS yang berbahasa Inggris itu lebih banyak memberikan pesan untuk penyebarkan ajaran Yesus. Dari bukti-bukti SMS ini membuat pengakuan Thomas yang ingin belajar Islam semakin menipis. Menurut Mashud, penyusupan yang dilakukan Thomas ini ada kaitannya dengan kasus VCD training doa yang dilakukan oleh LPMI di Hotel Asida Batu.

“Keduanya sangat erat dengan agenda jaringan Kristiani internasinal,” ujar Mashud. Bukti-bukti adanya permainan internasional ini secara kasat mata bisa dilihat. Munculnya SMS berbahasa Inggris dengan isi tentang misi-misi ajaran Yesus. Juga diketahui bahwa Thomas adalah seorang aktivis Katholik yang mengadakan persekutuan doa keliling.

“Melihat semua ini kami menyarankan umat Islam, terutama umat Islam yang ada di kota Malang harus hati-hati. Mereka ingin membuat umat Islam marah dan kemudian melakukan onar dengan membakar gereja-gereja. Ini bagian dari misi mereka,” urai Mashud. 04/lis

Keluarga Cendana kembali menjadi bahan berita. Kali ini Bambang Trihatmojo yang menjadi sorotan media massa. Itu karena tindakannya yang berupaya menceraikan Halimah, wanita yang sudah memberikan 3 anak. Konon, perceraian itu dilayangkan Bambang demi anak. Anak yang mana? Ikuti liputannya.

PRAHARA rumah tangga Bambang Trihatmojo dan Halimah kembali memanas. Pascapertengkarannya beberapa waktu lalu, ternyata diam-diam Bambang Tri melayangkan gugatan cerai. Senin, 21 Mei 2007, Bambang melayangkan surat perceraian kepada Halimah. Wanita yang sudah memberinya 3 anak ini juga mengaku sudah menerima undangan sidang dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

“Halimah sudah menerima surat undangan sidang dari PA Jakpus. Rencananya 7 Juni nanti mereka akan bersidang,” kata Fauzi M. Nawawi, humas PA Jaksel.

Sidang perceraian Halimah Agustina Kamil dan Bambang Trihatmodjo rencananya digelar 7 Juni 2007. Agenda sidang akan mendengarkan saran dari ketua majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Sesuai agenda, Bambang dan Halimah disarankan untuk berdamai karena di antara keduanya tidak ada persoalan mendasar. Apalagi, Halimah dan Bambang sudah menjalani rumah tangga 26 tahun.

“Agenda sidang akan mendamaikan keduanya. Dan disarankan mereka bisa hadir,” tambah Fauzi M. Nawawi.

DEMI ANAK
Dalam catatan PA Jakarta Pusat, gugatan cerai yang dilayangkan Bambang atas Halimah bernomor 249/pdt.G/PAJP. Melalui pengacara Bambang, Felix Tampubolon, alasan Bambang bercerai karena ketidakcocokan dengan Halimah.

“Kami tidak bisa memberikan penjelaskan. Lebih baik tanya sama Pak Bambang,” jelas Felix. Menurutnya, ketidakharmonisan antara Bambang dan Halimah karena kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga mereka, yakni Mayangsari. Keduanya sering bertengkar karena Bambang tidak lagi bertanggung jawab terhadap keluarganya. Bahkan, Felix mengaku ketidakharmonisan dalam rumah tangga Bambang-Halimah menjadi penyebab lahirnya gugatan cerai.

“Kita tunggu aja, sidang pertama di PA Jakarta Pusat, karena saat sidang kedua akan hadir. Agenda sidang merencanakan mereka berdua akan hadir,” aku Felix. Menurut sumber NURANi, perceraian yang dilayangkan Bambang ini dilakukan demi anak. Maksudnya, anak semata wayangnya dengan Mayangsari. Dengan menikahi secara sah Mayangsari dan menceraikan Halimah terlebih dahulu, maka status anaknya bersama Mayangsari menjadi sah. Dengan demikian, anak dari Mayangsari termasuk keturunan sah Cendana yang memiliki hak yang sama seperti anak-anak keluarga cendana lain.

“Kalau tidak diceraikan, maka status nikahnya tetap siri. Dan, anak Mayangsari kelak tidak akan diakui secara sah karena berasal dari pernikahan siri,” tutur sumber tersebut.

MAYANGSARI MENGUNGSI
Memang, sebelum mengajukan gugatan cerai terhadap Halimah, rumah tangga Bambang Trihatmodjo kerap diberitakan retak. Pasalnya, Bambang sudah tidak lagi tinggal bersama Halimah di Cendana. Bambang memilih tinggal bersama Mayangsari di Jalan Simpruk, Jaksel. Dari hasil pernikahannya dengan Mayangsari, Bambang dikarunia seorang putri bernama Khirani Siti Hartina Trihatmodjo. Anak semata wayang Bambang dan Mayangsari menjadi penyebab kisruh rumah tangga Bambang dan Halimah. Pasalnya, Bambang lebih suka tinggal bersama Mayangsari.

 

“Aku minta doanya aja. Aku nggak mau komentar. Lihat aja nanti,” kata Mayangsari buru-buru. Menurut informasi menyebutkan, Halimah tidak suka dengan kehadiran Mayangsari sebagai istri kedua Bambang. Ia memilih berpisah dengan Bambang jika Bambang terus menikahi Mayangsari. Apalagi, Mayangsari dengan tegas mengakui siap berbuat yang terbaik bagi keluarganya. Ketika NURANi mengunjungi rumah Mayangsari, rumah tersebut tampak sepi. Menurut informasi, Mayangsari telah meninggalkan rumah sejak dua minggu lalu. Mayang mengungsi demi menyelamatkan Khirani dari serbuan pihak Halimah.

“Ibu Mayangsari tidak ada di rumah,” jelas salah satu pembantu yang tidak mau disebutkan namanya.

DEMI KEMASLAHATAN
Menurut Ustad Hadi Wibawa, poligami diperbolehkan dalam Islam dengan tujuan kemaslahatan dan memajukan harkat wanita. Pasalnya, waktu Islam datang tidak ada batasan bagi seorang pria untuk menikah. Pria boleh menikah lebih dari sepuluh orang wanita. Karena itulah Islam memberikan batasan kepada umatnya untuk melakukan poligami dengan tujuan damai, bahagia, kemaslahatan, dan kemajuan bagi wanita. Bukan mengecewakan wanita dan merendahkan wanita.

“Kalau ada praktik poligami yang mengecewakan wanita, itu pasti poligami tidak dijalankan dengan benar sesuai syariat. Karena, poligami yang benar adalah pernikahan dengan izin istri dan restu dari keluarga,” kata Hadi.
Ia menjelaskan, Allah menurunkan ayat poligami tentu ada maksud dan tujuannya. Poligami dalam Surat Annisa bukan bersifat perintah yang selama ini ditafsirkan banyak pria. Tetapi, bersifat boleh dan sah saja, dengan syarat yang ketat. Poligami diperbolehkan sepanjang masih ada wanita yang mau dinikahi dengan tujuan baik, bukan dengan tujuan ekonomi atau nafsu. Yang terjadi sekarang adalah poligami ditafsirkan perintah dan hawa nafsu. Banyak bukti bahwa poligami berdampak buruk terhadap keluarga. Tindakan semacam itu tidak boleh karena melanggar aturan Islam.

“Saya berpendapat, poligami boleh asalkan dengan tujuan baik. Misalnya, mengawini wanita yang miskin, mengangkat derajat wanita, dan membahagiakan mereka. Rasulullah sendiri melakukan poligami karena ada perintah dari Allah,” ujarnya.

MENYAKITI WANITA
Shinta Nuriyah Wahid, ketua Yayasan Puan Aal Hyati mengaku, poligami hanya akan menyakiti hati wanita. Pasalnya, poligami yang dilakukan pria saat ini jauh dai sumber Islam sebenarnya. Mereka berpoligami karena hawa nafsu dan harta. Bukan dengan tujuan damai dan mengangkat harkat martabat wanita.

“Saya seringkali meminta kiai untuk membongkar kembali tafsir poligami. Karena poligami yang dipraktikan Rasul adalah poligami yang damai dan mengangkat harkat wanita,” jelasnya. Menurutnya, masyarakat muslim memandang poligami sebagai sebuah sunah rasul, perintah dan bahkan kewajiban, karena sunah tentunya harus dilakukan. Sementara konteks ayat tersebut bukan sunah, tetapi hukumnya sah dan boleh dengan syarat adil. Salah satu syarat yang harus dijalankan adalah persetujuan istri pertama dan keluarga, yakni mengangkat derajat wanita.

“Rasulullah melakukan poligami karena ada perintah dari Allah dan tujuannya bukan hawa nafsu. Tetapi lebih untuk kemaslahatan umat, karena waktu itu Rasulullah melihat banyak wanita miskin dan wanita janda karena perang. Maka turunlah ayat yang membolehkan poligami, menikah lebih dari satu,” jelasnya.
Shinta berharap, praktik poligami di idnonesia perlu ditafsir ulang, karena banyak pria melakukan poligami justru meninggalkan nilai-nilai manusia. Bahkan keluarga mereka rusak dan berantakan karena poligami. Poligami semacam ini tidak benarkan dan bahkan berdosa kepada Allah.

“Poligami yang dibenarkan adalah tidak merusak wanita dan keluarga. Bahkan silaturahim tetap utuh, karena Alquran diturunkan untuk kemaslahatan umat bukan merusak umat,” jelas ibu empat anak ini. 04/ham

     


 
Copyright © 2007 Tabloidnurani.com. All rights reserved