Tabloid Keluarga Muslim Terbesar
Logo nurani
Karir Nomor Satu, Jodoh Nanti Dulu?
 
KESEHATAN IBU

Operasi Caesar,
Tak Selalu Aman

Saat ini, melahirkan dengan cara operasi caesar sudah tidak asing lagi. Banyak pasangan yang memilih cara ini untuk memudahkan kelahiran. Benarkah semudah itu, tanpa menimbulkan risiko berarti?

Hampir semua wanita pasti setuju bila melahirkan bukan merupakan hal yang mudah. Tidak jarang nyawa ibu terenggut saat proses persalinan. Tak sedikit para wanita merasa khawatir menjelang waktu kelahiran. Apalagi wanita yang diindikasikan berisiko karena kondisi tertentu. Muncullah teknik operasi caesar untuk memudahkan kelahiran.

Operasi caesar merupakan persalinan yang dilakukan dengan memakai tindakan mengiris perut dan dinding rahim dengan irisan vertikal maupun transversal. Hal ini yang dikatakan oleh spesialis kandungan RSU Dr Soetomo Surabaya, dr H Bambang Trijanto SpOG. Lebih lanjut Bambang bertutur, pada dasarnya tujuan operasi caesar adalah untuk membantu ibu dalam melahirkan. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada indikasi tertentu yang menyebabkan seseorang harus menjalani operasi ini.

Indikasi Terkait Kondisi Ibu
Tekanan darah tinggi sewaktu hamil, penyakit jantung tertentu, keadaan jalan lahir yang membahayakan karena rahim ibu yang akan robek (rupture uteri imminent), dan adanya penyebab yang menetap atau tidak bisa disembuhkan (praeklampsia) contohnya ukuran pinggul yang sempit.

“Selain itu ada indikasi lain seperti ibu tidak mampu mengejan serta kelelahan karena kepala janin tidak turun-turun,” lanjutnya.

Indikasi Terkait Keadaan Bayi.
Di antaranya janin terlalu besar (makro somia), dalam keadaan gawat (distress) karena kurang pasokan oksigen dan nutrisi, letak bayi yang melintang, serta bayi kembar yang tidak sempurna.

KEUNTUNGAN
Seperti dijelaskan sebelumnya, operasi caesar bertujuan memudahkan proses persalinan. Ada beberapa keuntungan bila Anda melahirkan dengan operasi ini. Dilihat dari keadaan ibu, caesar dapat menyelamatkan ibu dari komplikasi seperti perdarahan atau hal-hal membahayakan lainnya bila ibu mempunyai indikasi yang mengharuskan dia harus operasi.

Selain ibu, bayi akan dilahirkan dalam keadaan sehat serta tidak akan kekurangan oksigen dan nutrisi (asfeksia intrauterin).

RISIKO OPERASI
Meski terdengar mudah dan banyak untungnya, namun ada juga risiko dari operasi ini. Setelah operasi, rahim ibu akan mengalami cacat sehingga pada persalinan berikutnya harus hati-hati karena rahim yang cacat tidak bisa mengalami persalinan berkepanjangan dan persalinan traumatik.

“Bila persalinan berikutnya mengharuskan operasi lagi, maka risikonya akan lebih besar, baik itu karena risiko pembiusan maupun risiko operasi seperti efek samping dari obat bius serta perdarahan karena sayatan,” jelas Bambang.

Menanggapi jumlah operasi caesar yang akhir-akhir ini meningkat, Bambang kembali berujar, hal ini karena ada sebagian kecil yang menganggap bahwa dengan operasi caesar, maka kemungkinan rasa sakit serta kesulitan seperti pada persalinan normal tidak dialami.

“Dokter dan petugas persalinan harus ikut andil dengan menjelaskan apakah seorang ibu lebih baik melahirkan dengan jalan normal ataukah melalui operasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan ini menambahkan kalau memang sang ibu tetap memaksa melahirkan dengan cara operasi meski tidak ada indikasi yang berarti, maka dokter bisa memberi pertimbangan dengan menggambarkan risiko bius, operasi serta biaya yang lebih membengkak.

“Namun yang penting, dokter jangan memaksa. Keputusan tetap ada di tangan pasien,” tegasnya. 02-fie

mar'ah

KEMANDIRIAN
Selain itu, para wanita karir ini sudah merasa memiliki kemandirian. Sehingga, kebutuhan akan ketergantungan dan kedekatan kepada seseorang lebih kecil. Namun, sebenarnya yang harus dititikberatkan adalah bukan pada butuh pasangan atau tidak butuh. Terkadang para wanita karir yang terbiasa perfect dan selektif dalam pekerjaan juga terbawa dalam kehidupan mencari jodohnya. Mereka jadi lebih selektif. Yang diutamakan adalah kualitas hubungan. Bukan hanya soal waktu dan ‘jatuh temponya’ usia seseorang.

Sekali lagi Psikolog Elly juga menyarankan pada wanita karir yang mungkin saat ini belum berpikir untuk mengakhiri masa lajangnya, memang sebenarnya waktu pernikahan pada zaman sekarang sangat fleksibel dan lebih panjang. Namun, jangan lantas Anda menghindari dan menolak pernikahan. Waktu yang Anda habiskan dengan melajang ini harusnya lebih dipandang sebagai sebuah proses dan perjalanan menuju sesuatu yang lebih baik, termasuk pernikahan. Tentunya juga dengan tak lupa selalu menikmati hidup Anda.

KEHIDUPAN SOSIAL
Hal kedua yang biasanya juga sering terabaikan oleh para wanita karir adalah kehidupan sosialnya. Dengan dalih kesibukan, mereka menganggap kehidupan sosial tak penting dan mereka merasa tak punya cukup waktu untuk hal tersebut.

Memang, hal tersebut sudah menjadi konsekuensi bagi Anda para wanita yang memutuskan untuk bekerja. Elly menjelaskan bahwa peran wanita sangatlah penting, baik itu di dunia pekerjaan, lingkungan masyarakat, juga keluarga. Karena itu, Anda dituntut untuk dapat menyeimbangkan ketiga dimensi tersebut. Paling tidak, Elly menambahkan bahwa Anda tak boleh berhenti belajar menyeimbangkan hidup. Jangan jadi orang yang sombong yang merasa tidak memerlukan teman. Karena sekali lagi wanita adalah orang yang dituntut untuk mempunyai sosiabilitas tinggi.

Tak ada salahnya memberikan perhatian lebih pada hal atau aspek yang selama ini Anda acuhkan. Dengan mulai bergaul lagi dengan teman lama, bertemu dan menyapa para tetangga.

“Kalaupun pertemuan tak mungkin dilakukan, setidaknya Anda harus selalu keep in touch dengan mereka. Dengan fasilitas komunikasi yang sudah canggih, saya rasa itu hal yang mudah,” tambah Elly. 02-qie    

Ternyata menjadi wanita karir yang sukses tak selamanya membahagiakan. Jika Anda tak dapat menjaga semua aspek kehidupan menjadi seimbang, bukan tak mungkin ada beberapa masalah yang harus Anda temui di saat karir Anda menanjak, termasuk soal jodoh yang tak kunjung tiba.

Sukses berkarir memang menjadi impian beberapa wanita muda. Cantik, muda, dan sukses. Rupanya tiga gelar tersebut adalah kebanggaan tersendiri bagi beberapa wanita. Namun, tahukah Anda ternyata menjadi wanita karir yang sukses juga mengalami beberapa problem baru.

FILOSOFI HIDUP
Salah satu masalah bagi wanita karir adalah jodoh. Diakui bahwa sudah ada perubahan filosofi hidup pada wanita zaman sekarang. Menurut Dra Elly Yuliandri MSi, hal ini berkaitan dengan bergesernya prioritas wanita karir masa kini. Menurut mereka, pekerjaan merupakan prioritas karena dalam pekerjaan mereka lebih merasa produktif, nyaman, dan menikmati dunia kerjanya. Sedangkan untuk lembaga pernikahan bagi mereka sesuatu yang bisa ditunda. Bahkan, ada yang merasa bahwa mereka sangat tidak nyaman dengan pernikahan tersebut.

“Filosofi hidup mereka sudah berubah. Yang dulunya wanita di usia 20-an sudah harus memikirkan pernikahan, kini wanita lajang di usia 30 tahun bahkan 40 tahun sudah biasa ditemukan,” jelas psikolog asal Surabaya ini.



 
Copyright © 2007 Tabloidnurani.com. All rights reserved