Jemaah Haji 2010 Pakai Seragam Batik
Pemerintah berencana mengubah seragam haji biru telur menjadi batik. hal ini untuk mensosialisasikan batik sebagai baju nasional warisan leluhur. berikut laporannya.
Beberapa tahun terakhir ini jemaah haji Indonesia sudah pakai seragam, sebagaimana negara-negara lain. Namun sekian tahun berjalan seragam biru telor asin dirasa kurang mencitrakan budaya has Indonesia. Benarkah seperti itu? Mungkin saja.
Terlepas dari masalah tersebut, faktanya pemerintah berencana mengajukan perubahan sergam bagi jemaah haji tersebut. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali kepada wartawan di Jakarta akhir pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut Menag menyebutkan bahwa kemungkinan besar usulan itu akan disepakati. Sebab menurutnya calon jemaah haji sudah merespon secara positif rencana pertubahan itu.
“Seragam haji biru telur asin kurang galak, saya setuju tahun depan seragam batik, sesuai daerahnya masing-masing,” kata Suryadharma Ali.
Dijelaskan Menag, pemerintah telah memiliki rencana untuk menetapkan seragam jemaah haji dengan seragam batik tahun ini. Ini direalisasikan atas masukan banyak pihak agar jemaah haji memiliki seragam, sehingga mudah dikenali. Apalagi sudah ada penetapan dari Presiden soal budaya batik pada karyawan dan pegawai Negeri.
“Pemerintah ingin mensosialisasikan batik. Seragam ini memang sudah akan kami lakukan tahun depan, rencananya seragamnya batik,” tuturnya.
DITENTUKAN DAERAH
Ditambahkan Menag, untuk mengatasi persoalan seragam, Menag akan bekrja sama dengan pemerintah Kabupaten/kota agar seragam haji sama. Depag hanya sebagai regulator dan tidak akan membatasi warna batik, karena seragam batik akan ditentukan oleh daerah masing-masing.
“Saya rasa Depag tidak akan kesulitan untuk sosialisasi batik. Karena setiap daerah punya ciri khas batik,” tegasnya.
Kalau seperti itu berarti kalau Anda dari Semarang berarti memakai motif batik has semarang, begitu juga daerah-daerah lain. Lalu bagaimana dengan daerah yang tidak punya ciri has batik? Semoga pemerintah mampu membuat regulasi yang baik.
DISESPON POSITIF
Kepastian penggunaan seragam batik juga disampaikan Sektretaris Dirjen Umrah dan Haji Depag RI, H. Abdul Ghafur Djawahir. Menurutnya, ada beberapa alasan Menag mengubah seragam haji biru telur asin menjadi batik. Salah satunya karena batik merupakan warisan leluhur bangsa yang harus dilestarikan.
Ghafur mengilustrasikan, jika seluruh jemaah haji mengenakan batik saat di tanah suci, maka secara tidak langsung, sebanyak 207.000 jemaah haji yang sekaligus delegasi Indonesia itu telah memperkenalkan batik kepada negara-negara lain.
“Batik menjadi baju haji secara nasional. Ini sudah pasti akan menambah ciri khas bangsa Indonesia di mata dunia,” jelasnya.
Ghafur kembali memberi penjelasan, dengan kebijakan batik sebagai seragam haji Indonesia 2010, penggunakan batik yang note bene sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai budaya asli Indonesia tidak lagi sekedar euforia. Setidaknya, ratusan ribu tamu-tamu Allah yang berasal dari Indonesia, tiap tahunnya turut melestarikan warisan leluhur tersebut.
“Saya berharap dengan kebijakan itu, Depag bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah
agar ketika pelaksanaan haji tidak muncul persoalan,” tuturnya.
Meski demikina, lanjut Ghafur, hingga berita ini diturunkan Depag belum mengambil keputusan. Alasannya Depag belum mengadakan rapat dengan DPR soal rencana biaya haji dan pemakaian seragam. Tetapi, Depag akan mengusulkan rencana tersebut dalam sidang bersama DPR.
“Belum ada keputusan secara final. Karena DPR belum menyetujui, tetapi secara nasional perubahan seregam mendapatkan respon positif. Hal ini bertujuan untuk mempermudah bagi jemaah haji,” paparnya. 05/ham