glow kiri
Tabloid Keluarga Muslim Terbesar
  Haji dan Umrah  
 

Depag Janji Perbaiki Layanan Haji

Perbaikan pelayanan haji menjadi harga mati bagi Depag. Cita-cita haji aman dan murah menjadi target jemaah haji. Itulah salah satu rekomendasi evaluasi haji 2009. Benarkah janji itu terealisasi? Kita tunggu saja.

Pemondokan dan transportasi menjadi persoalan krusial dalam pelaksanaan haji 2009. Pemerintah dalam hal ini Depag (Departemen Agama) bertekad meningkatkan kualitas pelayanan haji dan tidak menaikkan biaya haji. “Biaya haji tahun 2010 tidak ada kenaikan, meskipun pelayanan dibenahi. Depag akan melakukan efisiensi di beberapa komponen seperti biaya Armina dan pemondokan,” tutur Abd. Ghafur, Sektretaris Ditjen Haji dan Umrah Depag. Dikatakan Ghafur, rumus yang selama ini berlaku ada rupa ada harga. Yakni semakin baik pelayanan semakin mahal pula harga yang harus dibayar jemaah haji. Namun Depag ingin memberikan yang terbaik yakni biaya tidak naik meski pelayanan meningkat. Pemondokan bagi jemaah haji di Makkah merupakan masalah penting yang harus dicarikan solusi dalam penyelenggaraan haji 2010. Solusinya mengontrak pemondokan secara lebih dini.

“Depag akan melakukan kontrak rumah di bulan Maret-April, karena bulan Mei pemerintah harus menetapkan biaya komponen haji,” akunya. Diakui Ghafur, Depag telah memberikan laporan pelaksanaan haji kepada Presiden. Selanjutnya, Depag bersama Komisi VIII DPR akan melakukan rapat evaluasi dan menyusun rencana kerja untuk pelaksanaan ibadah haji 2010. “Depag akan bergerak cepat untuk memperbaiki haji ke depan. Itu tugas Depag di tahun mendatang,” terangnya.

KUESIONER HAJI
Menurut Ghafur, komitmen untuk memperbaiki haji sudah dicanangkan Depag dengan menyebarkan kuesioner kepada jemaah haji 2009.  Hasil dari kuesioner tersebut, jemaah haji mengeluhkan buruknya pemondokan dan transportasi. Juga sistem pemulangan haji diterminal Bandara Jeddah yang masih sering terlambat dan delay.

“Jemaah cukup puas dengan pelayanan di Madinah, mulai pemondokan dan makanan. Namun di Makkah Jemaah banyak mengeluh,” terangnya.

Senada dengan Ghafur, Tim Kuesioner haji Depag, M. Irvan mengatakan, sistim katering dan keberadaan Mina Jadid juga menjadi persoalan yang dikeluhkan oleh jemaah haji. Jemaah menghendaki adanya perbaikan di Arafah dan pelaksanakan Mina Jadid.

“Pemerintah Arab Saudi kesulitan mengatur jemaah Indonesia yang jumlahnya besar agar dekat Jamarat. Pasalnya, semua jemaah berkeinginan dekat Jamarat,” terang Irvan.

Diakui Irvan, saat ini Depag sedang berusaha agar jemaah yang menempati posisi jauh dari Jamarat bisa lebih sedikit. Untuk mencapai hal itu, Depag akan melakukan pendekatan kepada pihak Arab Saudi. Alasannya, penempatan jemaah seluruhnya tanggung jawab Arab Saudi.

“Target Depag harus ada perbaikan di Mina Jadid. Wilayah Mina memang sangat sempit, walaupun Mina Jadid sesuai fatwanya sudah termasuk Mina,” terangnya.

PERBAIKAN ARMINA
Sementara itu, pihak Arab Saudi berjanji akan membenahi sistim pelayanan haji termasuk transportasi. Arab Saudi terus menambah dan meningkatkan prasarana dan fasilitas layanan haji di ketiga tempat peribadatan yakni di Padang Arafah, Mina dan Muzdalifah (Armina).

Melontar jumrah saat ini juga sudah jauh lebih nyaman, tidak perlu berdesak-desakan karena Jamarat sudah ditata ulang. Jembatan Jamarat dapat diakses melalui tiga terowongan, 11 jalan masuk dan dua belas jalan keluar (searah) dan dilengkapi dengan mesin-mesin pendingin (AC) raksasa untuk mempertahankan udara agar tidak lebih dari 29 derajat celcius.  05/ham

 

 
     
 
 
| Catatan Perjalanan Umrah 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 | | | Menyiapkan Bekal Berangkat Haji (1) (2) (3)
 

   
Copyright © 2007 Tabloidnurani.com. All rights reserved
glow kanan