glow kiri
Tabloid Keluarga Muslim Terbesar
  Haji dan Umrah  
 

Menyiapkan Bekal Berangkat Haji (3-habis)
Kuasai Manasik, Siapkan Obat-Obatan

Tidak sedikit calon jemaah haji yang menganggap haji itu sulit. Padahal jika dipahami haji itu mudah. Berikut manasik haji praktis dan hal-hal pentin yang perlu diperhatikan jemaah haji.

Menunaikan rukun Islam yang ke lima merupakan kewajiban bagi muslim yang mampu. Mampu dalam hal keuangan, kesiapan fisik dan mental. Karena itulah manasik haji digelar sebagai ajang persiapan sebelum melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya di tanah suci. Berikut ini hal-hal penting yang perlu diperhatikan jemaah haji agar mudah menjalankan rangkaian ibadah haji:

HAJI ITU MUDAH
Jika dipahami dengan benar, ibadah haji itu mudah dan tidak sulit. Itulah hal penting yang disampaikan dalam acara manasik haji plus Linda Jaya Tour and Travel di Hotel JW Marriot Surabaya, Sabtu (17/10). Menurut pembimbing haji Linda Jaya Tour and Travel Drs H Ahmad Bajuri, sebelum jemaah haji berangkat ke tanah suci calon jemaah haji harus memahami dan menguasi teori-teori haji.

“Setidaknya tahu apa saja yang hukumnya wajib dikerjakan dan sunnah. Linda Jaya  sudah menyiapkan manasik praktis untuk jemaah haji,” katanya.

Diuraikan lebih lanjut, dalam manasik praktis itu bacaan atau doa-doanya juga tidak banyak dan mudah dihafal. Menurutnya terkadang calon tamu Allah telah membayangkan yang sulit-sulit sejak dari tanah air. Hal itu dikarenakan jemaah haji memaksakan diri menghafal doa-doa yang panjang, padahal doa yang dimaksud itu tidak wajib hukumnya.

JAGA DIRI
Dalam kasus lain banyak jemaah yang memaksakan untuk bisa melakukan ibadah di tempat yang justru bisa membahayakan keselamatannya, seperti di tempat-tempat mustajabah mulai di multazam, Thawaf yang jaraknya sangat dekat dengan Kakbah. Padahal di musim haji itu situasinya sangat padat. Jika dipaksakan jemaah rentan berdesak-desakan. Apalagi kalau memaksakan membaca doa yang sangat panjang sebagaimana di buku panduan manasik haji Depag tersebut.

“Tidak semua bacaannya wajib dibaca atau dihafal. Bahkan bila merasa sulit, dibenarkan berdoa pakai bahasa Indonesia saja,” terangnya.

SABAR DAN TAWAKAL
Lebih dari itu, imbuh Bajuri, ibadah haji membutuhkan niat yang tulus, kesabaran dan tawakkal. Jutaan manusia berkumpul di sana dengan ragam budaya dan kebiasaan. Jika kita tidak sabar apalagi marah tentu merusak nilai ibadah kita. Satu hal yang tak kalah penting, mari menjaga hati selama di tanah suci. Semua status di tanah air harus ditanggalkan agar ego dan kesombongan tidak muncul.

“Bila kaidah-kaidah itu dilakukan dengan benar, Insya’ Allah ibadah haji kita menjadi sempurna,” imbuhnya.

BEKAL OBAT-OBATAN
Selain memahami manasik, masalah kesehatan juga sangat penting. Di tempat yang sama, dokter spesialis THT Dr Endang Puspitowati Sp THT, menjelaskan bahwa bagi calon jemaah haji yang memiliki riwayat sakit sejak di tanah air, lebih baik menyiapkan obat-obatan dari tanah air. Karena obat-obatan di tanah suci selain mahal, sulit dijumpai, juga belum tentu cocok untuk Anda.

Endang mengingatkan, membawa bekal obat-obatan juga penting dilakukan bagi jemaah haji yang tak memiliki riwayat sakit. Sebab kondisi cuaca di tanah suci beda jauh dibanding tanah air sehingga rentan terkena penyakit seperti radang tenggorokan, batuk, bibir pecah-pecah, rematik dan sebagainya.

“Setidaknya bawalah obat anti-demam, anti-batuk dan penyakit ringan lainnya dari tanah air, itu membantu kelancaran ibadah di tanah suci,” jelas dokter yang berdinas di RSUD Gresik tersebut. 05/yun

 

 
     
 
 
| Catatan Perjalanan Umrah 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 | | | Menyiapkan Bekal Berangkat Haji (1) (2)
 

   
Copyright © 2007 Tabloidnurani.com. All rights reserved
glow kanan