glow kiri
Tabloid Keluarga Muslim Terbesar
  Haji dan Umrah  
 

Travel juga Ingin Biaya Haji Plus Naik

Biaya haji reguler sudah dipastikan naik. Lalu, bagaimana dengan standar harga minimal haji plus? Khusus soal itu, travel haji plus berharap pemerintah menaikkannya. Berikut infonya.

Akhirnya pemerintah, dalam hal ini Depag (Departemen Agama), dan DPR memutuskan untuk menaikkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH/baca: biaya haji) reguler (haji biasa). Kenaikannya mencapai 84 dolar AS atau sekitar Rp 865 ribu. Kenaikan tersebut sudah final dan tinggal menunggu keputusan presiden.

Lalu, bagaimana dengan haji plus? Terkait dengan itu, wartawan NURANi di Jakarta juga melaporkan, travel-travel haji plus langsung mengambil sikap.
“Begitu mengetahui bahwa biaya haji reguler naik, tidak sedikit travel haji plus yang bingung,” kata Baluki Ahmad, Ketua Umum Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI) kepada NURANi.

DEMI PELAYANAN
Baluki memaparkan, berdasarkan rapat anggota Amphuri, mereka sepakat untuk mendesak pemerintah agar menaikkan standar harga minimal haji plus setidaknya 6000 dolar AS. Mengapa begitu? Baluki menjelaskan, sebagaimana haji reguler yang mengalami masalah di pemondokan, haji plus juga dihadapkan pada mahalnya harga sewa pemondokan di Arab Saudi khususnya di Makkah yang mengalami kenaikan luar biasa.

“Agar pelayanan haji plus lebih baik, kenaikan standar harga itu tidak bisa dihindari,” imbuhnya.

Diakui Baluki, travel haji plus menghadapi berbagai macam persoalan yang tidak bisa dipecahkan. Masalah itu antaralain, soal biaya haji, paspor hijau, dan pendaftaran jemaah melalui sistem first come first served.

“Misalnya, biaya haji setiap tahun terus naik, sementara kemampuan jemaah masih minim, sehingga perlu dana talangan,” papar Baluki.

Di sisi lain, travel juga dihadapkan pada fakta bahwa saat ini dana setoran jemaah masih ada di rekening Menteri Agama. Akibatnya ada juga travel haji plus yang kebingungan membiaya kontrak hotel di Makkah.
“Seharusnya Depag memberikan keluasan bagi travel haji plus untuk mengelola jemaah haji. Karena, kontrak hotel sekarang semakin mahal,” tuturnya.

SOAL PASPOR HIJAU
Tida hanya itu, Baluki juga menyoroti soal pemberlakuan paspor hijau oleh pemerintah Arab Saudi. Ia meyakini aturan itu sudah final dan tidak bisa ditawar.

Tapi pemerintah belum memberikan instruksi kepada jemaah haji asal Indonesia. Kalau tidak hati-hati, bisa jadi membuka peluang terjadinya penipuan soal paspor. Pasalnya, jumlah jemaah haji ratusan ribu. Hal ini tidak mudah jika paspor harus dicetak secara mendadak, mengingat waktu dan tempat tinggal jemaah yang jauh.

“Saya berharap Depag segera memberikan instruksi untuk setiap jemaah agar membuat paspor hijau (paspor internasional). Tujuannya untuk jaga-jaga. Karena, pemerintah Arab Saudi tidak mau menerima paspor cokelat,” terangnya.

Ditambahkan Baluki, permohonan Depag soal penundaan paspor hijau tampaknya akan ditolak meskipun secara administrasi keputusan tersebut belum turun. Namun, pemerintah Arab Saudi tidak mau ikut campur mengenai persoalan atau kesulitan yang dihadapi negara lain, termasuk Indonesia dalam membuat paspor hijau.

“Saya kira paspor hijau akan diberlakukan. Untuk itu, setiap jemaah harus siap-siap buat paspor hijau,” tuturnya.

Meski demikian, calhaj plus tak perlu risau soal itu. Sebab travel haji plus berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaahnya.

“Apa pun keputusannya, kita tetap berupaya meningkat pelayanan kepada jemaah,” pungkas Baluki. 05/ham

 
     
 
 
| Catatan Perjalanan Umrah 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 | | | Menyiapkan Bagasi Haji : 1 - 2
 

   
Copyright © 2007 Tabloidnurani.com. All rights reserved
glow kanan