Dari Training Salat Khusyuk Gratis
Mencapai Khusyuk, Ribuan Peserta Menangis
Serambi selatan Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), Sabtu (30/05), bak lautan air mata. Bagaimana tidak, tangis ribuan peserta Training Salat Khusyuk gratis mewarnai jalannya training. Berikut liputannya.
Luar biasa, Training Salat Khusyuk gratis yang digelar Tabloid NURANi bekerja sama dengan Salat Center dibanjiri sekitar lima ribu peserta. Mereka berdatangan dari berbagai kota, seperti Semarang, Jakarta, Bantul DIY, serta berbagai kota di luar Jawa.
“Subhanallah, rasanya hati ini tenang sekali, belum pernah saya rasakan ini sebelumnya hingga menangis,” ucap Ny Kusniyah (45), peserta asal Semarang setelah merasakan puncak khusyuk.
Lain lagi yang dialami dr Edi Winardi Sp PD. Dokter spesialis penyakit di Palembang ini mengaku sengaja ke Surabaya untuk mengikuti training ini. “Sudah lama saya ingin ikut Training Salat Khusyuk, tapi selalu gagal karena kesibukan. Akhirnya, baru hari ini saya bisa ikut,” ujarnya.
Jalannya training berlangsung khidmat di bawah bimbingan Ustad Abu Sangkan. Peserta banyak yang merasakan pengalaman salat khusyuk. Pengalaman-pengalaman itu kemudian disimpan dalam memori otak. “Sehingga ketika salat, memori itu bisa “dipanggil” kembali sehingga lebih mudah nyambung dengan Allah,” katanya.
RUBRIK KONSULTASI
Penulis buku best seller “Berguru Kepada Allah” tersebut mengakui jika salah satu manfaat salat khusyuk adalah jiwa dan raga yang sehat. Di akhir training, Abu Sangkan menegaskan diri akan membuka rubrik konsultasi di Tabloid NURANi. Dalam rubrik itu, nantinya ia akan menjawab semua kesulitan-kesulitan masyarakat seputar salat khusyuk.
Sementara itu, Ketua Salat Center Jatim, Jamharil Basun mengatakan, digratiskannya training ini bertujuan agar dakwah salat khusyuk bisa sampai langsung ke semua lapisan masyarakat. “Semoga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas salat kita semua,” katanya.
Di kesempatan yang sama, penulis buku seri tasawuf, Agus Mustofa, juga memberikan tausiyah. Ia menjelaskan kemunduran umat Islam akhir-akhir ini. “Faktornya antara lain karena pengharaman akal dalam memahami agama, pemisahan antara agama dengan ilmu pengetahuan, dan sebagainya,” tegasnya.
Sementara itu, H A Bajuri, Direktur Tabloid NURANi mengaku akan selalu memberikan apresiasi terhadap acara-acara yang bertemakan ibadah. “Selain terus menggelar Training Salat Khusyuk, NURANi juga intens menggelar Training Salat Tahajud, Training Cepat Baca Alquran, dan sebagainya,” pungkasnya. yun/fud