Dari Pemilihan Wajah Muslimah NURANi 2007
Walaupun Capek, Senyum Nomor Satu
Untuk menang dalam kompetisi memang perlu pengorbanan. Tak terkecuali dalam kompetisi bergengsi Pemilihan Wajah Muslimah NURANi 2007 di Tunjungan Plaza Surabaya, Sabtu (05/05). Apa saja pengorbanan itu? Simak liputannya berikut.
Berbeda dengan ajang pemilihan wajah muslimah tahun lalu yang digelar dua hari berturut-turut, maka tahun ini ajang yang sama ini digelar cukup singkat. Yup, hanya satu hari. Siang hari babak penyisihan dan malam hari adalah grand final. Karena itulah, yang kelelahan tak hanya kru NURANi sebagai pihak penyelenggara, peserta dan penonton pun ikut lelah.
“Karena satu hari, banyak penonton yang lebih memilih menunggu di lokasi acara daripada pulang terlebih dahulu. Jadi, setelah menyaksikan babak penyisihan, mereka menunggu beberapa jam hingga babak final dimulai,” ujar Ami Haritsah, ketua pelaksana.
CREATIVE WORKSHOP
“Ingin kreatif, ikutan workshop aja,” demikian komentar
Maya, salah satu peserta. Ungkapan itu dilontarkan gadis manis asal Surabaya ini usai mengikuti workshop NURANi. Memang, sebelum memasuki babak penyisihan dan final, seluruh peserta mengikuti workshop modeling di Graha Pena Surabaya, sehari sebelumnya (04/05).
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai pembekalan bagi para peserta yang ingin menjadi model muslimah yang punya kepribadian islami. Karena itulah, selain mendapatkan meteri tentang how to be a model yang dipandu nara sumber Denok Wulandari (instruktur model NURANi Modeling School), mereka juga diberi pengetahuan tentang bagaimana menambah kepercayaan diri secara islami yang dipandu instrutur kepribadian Ine Nova Ayu, serta materi make up oleh Emi dari Latulip cosmetic.
SELALU TERSENYUM
Selain mental harus siap dan percaya diri, fisik pun ternyata tak kalah penting di ajang adu bakat yang digelar rutin tiap tahun ini. Sebab, peserta dituntut harus tampil cantik dan menarik di saat babak penyisihan. Pada babak penyisihan tersebut, sekitar 207 peserta tampil di atas catwalk dengan penampilan dan busana yang menarik.
Kemudian, dari seluruh peserta tersebut, dipilih 50 orang semifinalis untuk tampil di malam harinya. Malam itu mereka mengenakan busana-busana koleksi Helwa Collection, House of Amira, Firs’ Collection, Nucici Collection dan Almira House of Boutique. Dari penampilan tersebut kemudian dipilih 10 finalis yang maju ke babak tanya jawab tentang wawasan dunia remaja muslimah.
Dewan juri yang terdiri atas Erma Savitri (instruktur model), Trilisa (model), Wedy Astuti (Entertainer) dan Azza (entertainer) mengaku kesulitan memilih para juara tersebut. “Secara fisik, mereka semua cantik-cantik dan masuk criteria sebagai model,” ujar Erma, ketua dewan juri.
Walau demikian, akhirnya terpilih juga tujuh orang pemenang. Sesuai janji NURANi, juara satu mendapatkan gratis umrah dari Jazirah Travel Haji dan Umrah. Dan last but not least, yang patut diacungi jempol di ajang ini adalah keteguhan para peserta yang memang ingin menunjukkan eksistensinya sebagai model.
Mereka tak pernah lupa tersenyum. Bahkan, di penghujung acara dengan kelelahan memuncak, senyum tetap nomor satu. Oke, bravo bagi para pemenang. Selamat dan sampai jumpa lagi di ajang yang sama tahun depan.